Ahmad ibnu ‘athoillah pernah berkata :
‘’Apabila telah disingkapkan pintu kemakrifatan{ma’rifatullah} kepadamu,maka
dengan ke,akrifatan yang kamu peroleh itu jangan lah kamu memperdulikan atas
amalmu yang nilai kwantitasnya hanya sedikit.Maka sesungguhnya allah tidak akan
membuka pintu makrifat untukmu itu kecuali dia akan menghendaki pintu
kemakrifatan{mengenal allah} kepadamu.ataidakkah kamu mengerti bahwa ma’rifat
itu adalah sebuah anugrah dari allah kepadamu,sedang amal perbuatan yang kamu
persembahkan adalah merupakan sebuah hadiah kepadanya.lantas sekarang dimanakah
letak perbandingannya antara hadiah yang kamu persembahkan kepadanya {berupa
amal perbuatan} dengan apa yang allah anugrahkan {berupa ilmu ma’rifat}.
Ma’rifatullah
{mengenal allah baik mengenai dzat atau sifatnya } dengan penglihatan
mata hati {bashiroh} adalah merupakan anugrah allah kepada seseorang tanpa di
minta dan tanpa di perintah oleh seorang hamba tersebut,juga tanpa harus
melalui proses amal yang jumlahnya sangat banyak.
Ma’rifatullah
adalah sutu pemberian {nikmat yang paling besar} dari semua pemberian
yang telah dituntut dan yang di cari oleh seseorang. Dengan pintu ma ‘rifat yang di miliki seseorang itu ia
maka benar-benar menjadi orang yang ahli ma’rifat,yang pada gilirannya akan
mendapatkan ketenangan ,dan ketentraman batin.
Dengan
dibukakan pintu ma’rifat kepadamu , maka janganlah dipedulikan sedikit amalmu
yang kamu persembahkan kepadanya.Sebab allah yang memberikan pintu ma’rifat itu
tidak memandang dan meimbang sedikit banyaknya amal kebajikan.Dengan
dibukakannya pinntu makrifat oleh allah kepada seseorang meskipun amal kebajikannya tidak seberapa adalah merupakan
petunjuk bahwa anugrah allah yag berupa makrifat itu tidak membutuhkan
banyaknya amalkebajikan sebagaimana di sebutkan bahwa amal kebajikan manusia
yang diperuntukan kepada allah itu adalah merupakan hadiah darinya,sedangkan
hadiah yang datangnya dari manusia dan di persembahkan kepadanya walaupun
banyak nilainya , hal itu bagi allah tidak ada apa-apa bila dibandingkan degan
anugrahnya yang berupa ma’rifat yang begitu besar nilainya.
Amal perbuatan
sedikit seseorang yang disertai ddengan ma’rifat kepad allah itu lebih baik
bila dibandingkan dengan banyak amal yang tidak disertai dengan ma’rifat
kepadanya.Amal yang tidak dissertai ma’rifatullah adalah type orang wam,dan
amal yang disertai ma’rifatullah adalah orang khosh{orang ahli ma’rifat}
.Kalaulah boleh di ibaratkan dengan perihal orang sakit.Apabila orang yang
sakit itu adalah orang awam , tentu saja sakitnya itu bisa menyebabkan
mengurangi ibadahnya.Dan bagi orang yang ahli ma’rifat {orang khosh} maka
sakitnya itu dapat menambah ibadahnya,dapat mendekatkan diri kepada allah
,benci dengan perkara-perkara duniawi dan cinta akhirat,rela mati dengan
menyerahkan diri sepenuhnya kepada allah.Dia mengerti bahwa allah itu berbuat
menurut kehendaknya dan sadar bahwa dirinya itu hina dan lemah.
Ada sebuah
riwayatbahwa allah swt telah menurunkan bencana sebagai ujian kepada salah
seorang hambanya.Kemudian si hamba itu senantiasa berdoa dan berdoa,namun allah
selalu menunda permohonannnya itu sehingga akhirnya dia mengeluh.Lalu allah
ta’ala berfirman kepadanya :’’Wahai
hambaku ,bagaimana aku melepas rahmat dari padamu dimana bencana yang menimpamu
itu justru mengundang rahmatku.Sebab dengan bencana itulah kamu dapat menycapai
kedudukan dan tingkat yang lebih tinggi di sisiku’’.
Dengan
demikian , disamping amal kebajikan ,maka rasa sakit{kalau si sakit/si
penderita tidak mengeluh}maka ia juga bisa menjadi sarana terbukanya pintu
ma’rifatullah.
Wallohu a’lamu bish showaab
PINTU MA'RIFATULLAH ADALAH ANUGRAH ALLAH SWT
Reviewed by Unknown
on
17:26
Rating:

No comments: