السلام عليكم ورØÙ…Ø© اللة وبركاتة
Alhamdulillah puji syukur ke hadirot ilahi robbi pertama kami ucapkan atas segala rohmat dan nikmat yg allah berikan kepada kita sekalian,sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan ke baginda rosul muhammad saw beserta keluarga,sahabat,dan umatnya sekalian amin.
sauadaraku semuanya perkenankanlah kami berbagi tulisan tentang sejarah perjuangan seoran ustadz kampung,nyleneh,nyentrik dan urakan tapi tak mengurangi ketekunan dan kekhusu'annya dalam berjuang mendirikan pondok pesantren annur assyarifiyah subang.
awal berdirinya pondok pesantren annur assyarifiyah tidak bisa lepas dari sang pendirinya ,beliau adalah al ustadz syarifuddin tasdiq albrebesi atau lebih dikenal dg panggilan abah syarif atau ustaz gondrong dan lebih dikenal ustadz preman dari subang,baiklah saudaraku akan saya tulis dulu profil pendiri pondok pesantren annur assyalifiyah,beliau punya nama lengkap al ustadz syarifuddin dilahirkan di desa sengon wetan kec tanjung kabupaten brebes,jawa tengah pada tgl 10 juli 1974 dari seorang ibu bernama umi siti fatimah dan dari seorang ayah al mukarrom kyai tasdiq dari cirebon,syarifuddin di usianya yg baru menginjak 2 tahun beliau sudah menjadi yatim karena bapak beliau ditengah perjuangannya membuat pesantren Allah swt memanggilnya dan pesantrennya akhirnya ga jadi,syarifuddin yang masih berusia 2 tahun dan adiknya yaitu hidayatullah yang baru berusia 1 tahun akhirnya diasuh tunggal oleh sang ibu dan neneknya yaitu nyai siti fatonah binti kh.hambari,masa kecil yang sangat menyedihkan dengan hidup yang serba kekurangan dan perjuangan hidup yg sangat ironis dan penuh kesedihan,ibu dan nenek beliau benar2 berjuang dan berperan sangat besar dalam mencetak pribadi yg luhur dari sosok sang ustadz nyentrik ini.
di usia 4 tahun beliau sudah di didik ilmu agama oleh paman2nya yg menjadi guru agama pertama bagi sang ustadz beliau adalah ustaz qomaruddin dan ustadz khaeruddin,menginjak usia 6 tahun beliau masuk sekolah dasar di SD sengon 3 tapi beliau tetap tekun belajar ilmu agama pada pamannya dari mulai ilmu alquran,hadist dan kitab2 kuning,beliau juga mulai belajar hidup di pesantren yang diasuh oleh uwaknya ( kh.abdul karim zawawin ) yaitu pondok pesantren al buchori sengon brebes dan di umur 12 tahun beliau tamat SD Melanjutkan sekolah dan ngaji di pesantren annur purwokerto yg di asuh oleh kh ridwan sururi seorang dai kondang dari banyumas disitu beliau sampai 3 tahun setelah lulus smp beliau kembali lagi di pesantren al buchori sengon dan setelah umur 16 tahun sampai umur 22 tahun beliau sellu mengembara mencari ilmu dari pesantren satu kepesantren lainnya beliau jg pernah tabarukan di ponpes lirboyo kediri,ponpes babakan ciwaringin,ponpes buntet,ponpes alhikmah benda sirampog dan pada usianya menginjak 23 tahun tepatnya pada tgl 20 agustus 1996 beliau dinikahkan dengan seorang perempuan asal desa jagapura kec.kersana kab.brebes yg lugu dan cantik yaitu umi siti marwiyah binti mukti,dari pernikan beliau dg umi siti marwiyah mempunyai 3 anak yaitu gus akhmad labiburrokhman 20 tahun,mba labibah nur fitriyani 15 tahun dan gus muhammad labib ibnu syarif 2 tahun,setelah menikah beliau seperti umumnya orang yg mempunyai tanggung jawab ,beliau bekerja di perusda kabupaten brebes dan istri beliau berjualan di pasar tapi beliau tetap berjuang di jalan allah yaitu beliau tetap ngajar ngaji anak2 dan mendirikan majlis talim di desa jagapura kec.kersana brebes,pada tahun 2001 setelah perusda tutup beliau masuk bekerja di pabrik gula rajawali rayon ketanggungan barat tp aktifitas beliau ngajar ngaji dan mjlis talim tetap berjalan dan beliau juga aktif di organisai NU dan di parpol PKB di brebes dan pada tahun 2007 beliau di suruh keluar oleh orang tua dan para kyai beliau dari pabrik gula hingga pada tahun 2008 beliau musyawarah dg sang istri tentang keinginannya untuk membangun pondok pesantren,akhirnya setelah istri beliau setuju maka beliau bersilaturrokhim dan meminta restu pd guru2 beliau dari silaturrokhim tersebut maka beliau dapat petunjuk disuruh cari tempat di subang jawa barat dan singkat cerita pada awal tahun 2009 beliau menemukan tempat yg sejuk dan enak untuk membangun pesantren yg sudah berdiri sampai sekarang yaitu di dusun banjar desa sidajaya kec,cipunagara kab.subang jawa barat,awal sampai di subang beliau tidak langsung bikin pesantren tapi beliau mempelajari karakter dan keadaan masyarakat di subang tersebut,pertama beliau menempati rumah kosong yang angker sambil jualan tempe dan beliau langsung terjun bergaul dg masyarakat setempat dg sll hadir di masjid dan aktif tahlilan bersama masyarakat setempat,pada tahun 2010 atas petunjuk dari guru beliau kh ridwan sururi purwokerto beliau silaturrohim ke kh.ushfuri anshor pengasuh ponpes al islah jatireja compreng subang dan hasil dari silaturrohim tersebut beliau di suruh riyadhoh di makam auliya kanjeng sekh pangeran raja muhammad mbah luhung mundu cirebon dan hasil dari riyadhoh dan petunjuk dari kh ushfuri anshor beliau mulai merintis membuat tempat untuk mengajar ngaji anak2 setempat dan merintis majlis talim dan alhamdulillah walaupun banyak halangan dan rintangan beliau tetep tekun,istiqomah dan akhirnya pada tahun 2011 beliau mendirikan pondok pesantren annur dg sangat sederhana,walaupun dg keadaan ekonomi yg sulit beliau tetap berjuang untuk tetap istiqomah dan walaupun banyak cela dan cerca serta fitnah tp beliau tetap sabar dan tak pernah punya dendam pada orang yg mencela dan memfitnah beliau,malahan beeliau tambah bersemangat mengajar ngaji dan menolong masyarakat,kalau dimasyarakat membutuhkan beliau ditengah malam beliau tetp datang tanpa pamrih, perjuangan beliau murni karena allah maka anak2 yg ngaji dipesantren beliau dibebaskan dari biaya pendidikan dan beliau tidak pernah menarget orang yg beliau bantu tetap ikhlas tanpa meminta balas budi.
sekarang santri beliau sudah ratusan tp beliau tetap tawaddu tak pernah sombong,hidup tetap sederhana,rambut gondrong,urakan dan tidak mau dipanggil ustadz tapi beliau lebih suka di panggil abah syarifuddin tp tak mengurangi kharisma sebagai seorang kyai yg dihormati santrinya,seorang guru yg dihormati muridnya,seorang bapak yg dikagumi anaknya dan seorang tokoh yg dirindukan kehadirannya oleh masyarakatnya.
DEMIKIAN KISAH SINGKAT PERJUANGAN SEORANG USTADZ KAMPUNG MEMBANGUN PESANTREN,semoga menjadi inspirasi bagi kita semua dan menjadi contoh yg baik,semoga bermanfaat.
والسلام عليكم ورØÙ…ةالله وبركاتة
Alhamdulillah puji syukur ke hadirot ilahi robbi pertama kami ucapkan atas segala rohmat dan nikmat yg allah berikan kepada kita sekalian,sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan ke baginda rosul muhammad saw beserta keluarga,sahabat,dan umatnya sekalian amin.
sauadaraku semuanya perkenankanlah kami berbagi tulisan tentang sejarah perjuangan seoran ustadz kampung,nyleneh,nyentrik dan urakan tapi tak mengurangi ketekunan dan kekhusu'annya dalam berjuang mendirikan pondok pesantren annur assyarifiyah subang.
awal berdirinya pondok pesantren annur assyarifiyah tidak bisa lepas dari sang pendirinya ,beliau adalah al ustadz syarifuddin tasdiq albrebesi atau lebih dikenal dg panggilan abah syarif atau ustaz gondrong dan lebih dikenal ustadz preman dari subang,baiklah saudaraku akan saya tulis dulu profil pendiri pondok pesantren annur assyalifiyah,beliau punya nama lengkap al ustadz syarifuddin dilahirkan di desa sengon wetan kec tanjung kabupaten brebes,jawa tengah pada tgl 10 juli 1974 dari seorang ibu bernama umi siti fatimah dan dari seorang ayah al mukarrom kyai tasdiq dari cirebon,syarifuddin di usianya yg baru menginjak 2 tahun beliau sudah menjadi yatim karena bapak beliau ditengah perjuangannya membuat pesantren Allah swt memanggilnya dan pesantrennya akhirnya ga jadi,syarifuddin yang masih berusia 2 tahun dan adiknya yaitu hidayatullah yang baru berusia 1 tahun akhirnya diasuh tunggal oleh sang ibu dan neneknya yaitu nyai siti fatonah binti kh.hambari,masa kecil yang sangat menyedihkan dengan hidup yang serba kekurangan dan perjuangan hidup yg sangat ironis dan penuh kesedihan,ibu dan nenek beliau benar2 berjuang dan berperan sangat besar dalam mencetak pribadi yg luhur dari sosok sang ustadz nyentrik ini.
di usia 4 tahun beliau sudah di didik ilmu agama oleh paman2nya yg menjadi guru agama pertama bagi sang ustadz beliau adalah ustaz qomaruddin dan ustadz khaeruddin,menginjak usia 6 tahun beliau masuk sekolah dasar di SD sengon 3 tapi beliau tetap tekun belajar ilmu agama pada pamannya dari mulai ilmu alquran,hadist dan kitab2 kuning,beliau juga mulai belajar hidup di pesantren yang diasuh oleh uwaknya ( kh.abdul karim zawawin ) yaitu pondok pesantren al buchori sengon brebes dan di umur 12 tahun beliau tamat SD Melanjutkan sekolah dan ngaji di pesantren annur purwokerto yg di asuh oleh kh ridwan sururi seorang dai kondang dari banyumas disitu beliau sampai 3 tahun setelah lulus smp beliau kembali lagi di pesantren al buchori sengon dan setelah umur 16 tahun sampai umur 22 tahun beliau sellu mengembara mencari ilmu dari pesantren satu kepesantren lainnya beliau jg pernah tabarukan di ponpes lirboyo kediri,ponpes babakan ciwaringin,ponpes buntet,ponpes alhikmah benda sirampog dan pada usianya menginjak 23 tahun tepatnya pada tgl 20 agustus 1996 beliau dinikahkan dengan seorang perempuan asal desa jagapura kec.kersana kab.brebes yg lugu dan cantik yaitu umi siti marwiyah binti mukti,dari pernikan beliau dg umi siti marwiyah mempunyai 3 anak yaitu gus akhmad labiburrokhman 20 tahun,mba labibah nur fitriyani 15 tahun dan gus muhammad labib ibnu syarif 2 tahun,setelah menikah beliau seperti umumnya orang yg mempunyai tanggung jawab ,beliau bekerja di perusda kabupaten brebes dan istri beliau berjualan di pasar tapi beliau tetap berjuang di jalan allah yaitu beliau tetap ngajar ngaji anak2 dan mendirikan majlis talim di desa jagapura kec.kersana brebes,pada tahun 2001 setelah perusda tutup beliau masuk bekerja di pabrik gula rajawali rayon ketanggungan barat tp aktifitas beliau ngajar ngaji dan mjlis talim tetap berjalan dan beliau juga aktif di organisai NU dan di parpol PKB di brebes dan pada tahun 2007 beliau di suruh keluar oleh orang tua dan para kyai beliau dari pabrik gula hingga pada tahun 2008 beliau musyawarah dg sang istri tentang keinginannya untuk membangun pondok pesantren,akhirnya setelah istri beliau setuju maka beliau bersilaturrokhim dan meminta restu pd guru2 beliau dari silaturrokhim tersebut maka beliau dapat petunjuk disuruh cari tempat di subang jawa barat dan singkat cerita pada awal tahun 2009 beliau menemukan tempat yg sejuk dan enak untuk membangun pesantren yg sudah berdiri sampai sekarang yaitu di dusun banjar desa sidajaya kec,cipunagara kab.subang jawa barat,awal sampai di subang beliau tidak langsung bikin pesantren tapi beliau mempelajari karakter dan keadaan masyarakat di subang tersebut,pertama beliau menempati rumah kosong yang angker sambil jualan tempe dan beliau langsung terjun bergaul dg masyarakat setempat dg sll hadir di masjid dan aktif tahlilan bersama masyarakat setempat,pada tahun 2010 atas petunjuk dari guru beliau kh ridwan sururi purwokerto beliau silaturrohim ke kh.ushfuri anshor pengasuh ponpes al islah jatireja compreng subang dan hasil dari silaturrohim tersebut beliau di suruh riyadhoh di makam auliya kanjeng sekh pangeran raja muhammad mbah luhung mundu cirebon dan hasil dari riyadhoh dan petunjuk dari kh ushfuri anshor beliau mulai merintis membuat tempat untuk mengajar ngaji anak2 setempat dan merintis majlis talim dan alhamdulillah walaupun banyak halangan dan rintangan beliau tetep tekun,istiqomah dan akhirnya pada tahun 2011 beliau mendirikan pondok pesantren annur dg sangat sederhana,walaupun dg keadaan ekonomi yg sulit beliau tetap berjuang untuk tetap istiqomah dan walaupun banyak cela dan cerca serta fitnah tp beliau tetap sabar dan tak pernah punya dendam pada orang yg mencela dan memfitnah beliau,malahan beeliau tambah bersemangat mengajar ngaji dan menolong masyarakat,kalau dimasyarakat membutuhkan beliau ditengah malam beliau tetp datang tanpa pamrih, perjuangan beliau murni karena allah maka anak2 yg ngaji dipesantren beliau dibebaskan dari biaya pendidikan dan beliau tidak pernah menarget orang yg beliau bantu tetap ikhlas tanpa meminta balas budi.
sekarang santri beliau sudah ratusan tp beliau tetap tawaddu tak pernah sombong,hidup tetap sederhana,rambut gondrong,urakan dan tidak mau dipanggil ustadz tapi beliau lebih suka di panggil abah syarifuddin tp tak mengurangi kharisma sebagai seorang kyai yg dihormati santrinya,seorang guru yg dihormati muridnya,seorang bapak yg dikagumi anaknya dan seorang tokoh yg dirindukan kehadirannya oleh masyarakatnya.
DEMIKIAN KISAH SINGKAT PERJUANGAN SEORANG USTADZ KAMPUNG MEMBANGUN PESANTREN,semoga menjadi inspirasi bagi kita semua dan menjadi contoh yg baik,semoga bermanfaat.
والسلام عليكم ورØÙ…ةالله وبركاتة
KISAH SEORANG USTADZ KAMPUNG YG NYLENEH DAN NYENTRIK MEMBANGUN PESANTREN
Reviewed by Unknown
on
23:51
Rating:

No comments: