Mohon curahan rahmat dari allah
Ahmad ibnu ‘athoillah berkata :
‘’Diantara
tanda-tanda orang yang mengandalkan /menonjolkan amal perbuatannya {sendiri}
adalah merupakan bukti kurang adanya
pengharapan kepada allah akan curahan rahmatnya,ketika terjadi kesalahan atau
kekhilafan pada dirinya’’
Sikap seorang
hamba allah yang beriman dikala terpeleset sehingga sampai terjerumus melanggar
larangan-larangan allah {berbuat dosa}, meninggalkan apa-apa yang di
perintahkannya ,maka disaat itulah ia cepat-cepat memohon curahan rahmat allah
dan memohon ampunannya.
Jangan malah
sebaliknya , seorang mu’min setelah terjerembab dalam perbuatan dosa ,melanggar
larangan allah ,meninggalkan perintah allah,kemudian merasa enggan dan berat
hati untuk memohon curahan rahmat allah dan ampunan allah.Keengganan dan kurang
adanya pengharapan curahan rahmat dari sisi allah itu adalah merupakan pertanda
{berarti }bahwa seorang hamba tersebut telah mengandalkan amal perbuatannya
sendiri sekaligus menyampingkan sifat
allah yang mahapengasih lagi maha penyayang ,yang maha menerima taubat.
Al-qur’an juga
mengabadikan nama iblis dan qorun sebagai figure seorang makhluk hamba allah
yang mengandalkan amal perbutannya sendiri dan mengenyampingkan rahmat allah
swt.Sehingga mereka berdua diabadikan olehnya sebagai makhluk yang
hina,durhaka.
Iblis diabadika
oleh al-qur’an sebagai makhluk durhaka , karena ia di perintahkan oleh allah
supaya bersujud {memberikan penghormatan}kepada adam sebagai bapak seluruh
manusia yang di ciptakan melalui tangannya dengan ucapan ‘’kun’’{jadilah},
‘’fayakun’’{maka jadilah ia}. Karena iblis menganggapo dirinya lebih baik,lebih
terhormat dan lebih mulia dari adam yang hanya diciptakan dari bahan tanah yang
sangat busuk baunya maka dia menolak perintah allah swt.Padahal seharusnya dia
iblis itu harus ingat dan sadar sesadar sadarnya bahwa kelebihan yang ada pada
dirinya itu menurut anggapannya semata mata karena adanya anugrah dari
allah.Karrena sikap iblis yang sombong ,durhaka dan tidak tahu diri itu kepada
sang kholik ,maka pada akhirnya ia mendapatkan gelar ‘’la’natullah’’selama
lamanya.
Qorun pun juga
demikian telah diabadikan namanya dalam al-qur’an sebagai manusia/makhluk yang
durhaka dan kufur nikmat.Ia telah dianugrahi oleh allah akan kekayaan yang
melimpah ruah.Dengan kekayaannya ia malang melintang melanggar hokum-hukum
allah , berbuat kedurhakaan ,menindas kaum yang lemah, karena ia beranggapan
bahwa kekayaan yang dimiliknya itu berkat kepandainnya ,kepintarannya,dalam dunia
perbisnisan dan dunia ilmu kimia.Si dia qorun lupa bahwa kepandaiannya dalam
bidang ilmu kimia itu sebenarnya adalah anugrah allah.Tanpa anugrahnya
sangatlah mustahil seseorang dapat berbuat sesuatu.
Dengan demilian,
maka kewajiban seorang hamba yang gemar menjalankan ibadah , mengerjakan
ketaatan, sentiasa mentaati peraturan-peraturan allah,menjalani aktivitas
sesuai dengan norma agama,ialah hendaknya memperbanyak syukur dan mempersembahkan pujian serta sanjungan
kehadirat allah.Rasa syukur yang dipersembahkannya itu ialah karena ia tidak
diadikan sebagai orang yag ahli maksiat,ahli kufur.Daan kewajiban orang yang
melakukan kemaksiatan ,menjalankan suatu dosa / kekhilafan ialah supaya
memprbanyak ibadah,memohon curahan rahmat dan ampunan allah serta lebih
mendekatkan diri kepada allah swt.
Selalu bersandar
kepada allah serta mengharapkan curahan rahmatnya dikala berbuat
ketaatan,kemaksiatan atau kekhilafan adalah merupakan sifat dan sikap
orang-orang ahli ma’rifat.Sedangkan bersandar selain kepada allah artinya
mengenyampingkan dan tidak mengharapkan curahan rahmat allah swt. Serta
mengandalkan amal ketaatannya sendiri adalah sifat dan sikap orang-orang bodoh
dan lupa kepadanya.
Wallaahu a’lamu bish
shawaab
Mohon Curahan Rahmat Dari Allah
Reviewed by Unknown
on
11:20
Rating:

No comments: