‘’tanamlah
dirimu dalam bumi yang sunyi sepi {berlaku ikhlas}.Maka apasaja yang tumbuh
[DARI BUMI} yang tidak dengan jalan ditanam,pasti hasilnya {buahnya} tidak
sempurna’’.
Maksud
dari matan hikam tersebut diatas ialah hendaknya kita senantiasa menanamkan
sikap ikhlas dalam setiap amal,dalam setiap berkarya ,dalam setiap menjalankan
ibadah jangan sampai dicampuri dengan maksud dan tujuan yang lain.
Amal yang di
sertai dengan keikhlasan ,bagaikan kita menanam sesuatu benih bibit unggul yang
di tanam di sebuah lading yang subur,tentu saja menghasilkan hasil yang
menggiurkan.Amal yang di sertai dengan maksud-maksud yang lain , misalnya ingin
mencari sanjungan,ketenaran,popularitas dalam artian riya,bagaikan kita menanam
bibit benih yang jelek di sebuah lading yang tidak subur,maka hasilnya pun akan
jelek.
Biji atau
benih yang tidak di tanam kedalam tanah,maka pertumbuhan nya akan tidak
sempurna,mungkin saja menjadi layu,mungkin saja bijinya dimakan rayap atau
bahkan bisa saja daunnya menguning sehingga tidak dapat di ambil
manfaatnya.Itulah amal yang di sertai degan
riya,kemasyhuran,ketenaran,popularitas pujian dan sanjungan orang
lain.Sia-sialah amal yang di persembahkan nya aktu di dunia.
Biji atau
benih yang pada mulanya ditanam pada suatu tanah yang subur dan sangat dalam,maka
pertumbuhannya akan menjadi sempurna.Dan tentu saja akan menghasilkan buah yang
menggiurkan.Menguntungkan amal yang di persembahkannya.
Jadi,untuk
menyuburkan ke ikhlasan dalam setiap amal , maka bunuhlah bibit penyakit
riya,kemasyhuran,popularitas dan sanjungan itu.
Wallohu a’lamu bish showaab
Tanamlah Benih Keikhlasan Dalam Setiap Amal
Reviewed by Unknown
on
11:14
Rating:

No comments: